SITUBONDO - Realisasi giling tebu di Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Kabupaten Situbondo, hingga akhir Juli 2026 mencapai 279 ribu ton atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 213 ribu ton.
Peningkatan volume giling tersebut turut mendongkrak produksi gula menjadi 18.272 ton atau naik sekitar 46 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 12.453 ton.
Asisten Manager PG Assembagoes, Agus Dwi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses giling berjalan sesuai target dengan dukungan pasokan tebu dari petani yang terus meningkat.
Selain peningkatan produksi, kata Agus, program bongkar ratun dan peremajaan lahan tebu juga terus berjalan. Pada 2026, target program tersebut di Kabupaten Situbondo mencapai 3.115 hektare, sedangkan untuk wilayah kemitraan PG Asembagus realisasinya telah mencapai 1.938 hektare.
Agus menambahkan, peningkatan kapasitas giling tidak hanya berdampak terhadap kinerja perusahaan dan petani, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar pabrik.
"Semakin banyak tebu yang digiling, aktivitas ekonomi di sekitar PG Asembagus juga semakin hidup. Pedagang makanan, minuman, kebutuhan harian hingga pelaku usaha kecil lainnya ikut merasakan peningkatan pendapatan selama musim giling berlangsung," ujarnya.
Selain itu, Agus juga mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan operasional pabrik agar target musim giling tahun 2026 dapat tercapai sekaligus menjaga pelayanan kepada petani tebu sebagai mitra perusahaan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani. Sinergi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," ujarnya.
Sementara itu salah seorang petani tebu di Kecamatan Asembagus, Samsul Arifin, mengaku bersyukur karena hasil panen tahun ini dapat terserap dengan baik oleh pabrik sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi keluarganya.
"Bagi kami, tebu bukan sekadar tanaman, tetapi sumber penghidupan keluarga. Berkat hasil panen yang terserap dengan baik, kami bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai sekolah anak, dan menyiapkan modal untuk musim tanam berikutnya," kata Samsul.
Ia berharap kelancaran musim giling dapat terus dipertahankan hingga akhir musim sehingga seluruh hasil panen petani dapat diproses tepat waktu dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani tebu.[]