LUMAJANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lumajang mengambil sikap tegas menyikapi maraknya penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. BRI mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur imbal hasil besar sebelum memastikan legalitas, mekanisme, dan risiko investasi yang ditawarkan.
Imbauan tersebut disampaikan BRI Lumajang sebagai langkah edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok investasi yang dapat berujung pada kerugian finansial.
Pemimpin Cabang BRI Lumajang Adi Wahyu Hartanto mengatakan, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai tawaran investasi. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi dengan iming-iming keuntungan tidak wajar.
“Tingkat imbal hasil yang tinggi memang kerap menjadi magnet utama bagi masyarakat yang hendak berinvestasi. Namun, sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami mekanisme investasinya, mengkaji risikonya, serta mengecek rekam jejak dan legalitas pihak yang menawarkan,” ujar Adi, Jumat (25/9/2026).
BRI Lumajang, lanjut Adi, mengimbau masyarakat agar mencermati tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar, terutama jika tidak disertai penjelasan yang jelas mengenai sumber keuntungan dan risiko yang mungkin terjadi.
Menurut dia, penawaran investasi mencurigakan kerap dikemas dengan promosi menarik. Namun, informasi mengenai kegiatan usaha, mekanisme investasi, risiko kerugian, maupun legalitas perusahaan tidak disampaikan secara transparan.
Oleh karena itu, BRI Lumajang mengimbau masyarakat tidak menjadikan besarnya imbal hasil sebagai pertimbangan utama. Selain itu perlu melakukan verifikasi legalitas perusahaan dan produk investasi melalui lembaga berwenang, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dengan bekal informasi yang utuh dan objektif, setiap keputusan investasi dapat diambil secara jauh lebih bijaksana,” kata Adi.
Sikap kehati-hatian juga ditekankan BRI terhadap penawaran yang mencatut nama, logo, atau identitas visual perusahaan maupun lembaga perbankan.
Adi menegaskan, penggunaan nama dan atribut perusahaan besar dalam materi promosi tidak otomatis menunjukkan bahwa penawaran tersebut memiliki hubungan resmi dengan perusahaan yang dicatut.
“Penggunaan logo, nama besar, maupun identitas visual perusahaan atau lembaga perbankan terkemuka pada materi promosi penipuan sama sekali tidak memvalidasi adanya hubungan kemitraan atau kerja sama resmi dengan institusi terkait,” ujarnya.
Sementara untuk informasi produk dan layanan BRI, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BRI atau menghubungi Contact BRI 1500017. Selain itu juga dapat menghubungi Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp 0812-1214-017.[]