GENTENG – BRI Genteng terus memperluas ekosistem pembayaran digital dengan mendorong pemanfaatan QRIS pada berbagai sektor usaha, termasuk pariwisata. Salah satunya melalui Wisata Gerbang Raung, tempat wisata milik Siti Maspupah yang telah memanfaatkan QRIS untuk memberikan kemudahan transaksi kepada pengunjung.
Kehadiran pembayaran digital memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin melakukan transaksi secara praktis tanpa harus bergantung pada uang tunai. Bagi pengelola tempat wisata, pemanfaatan QRIS juga menjadi bagian dari adaptasi terhadap perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran digital.
Di Wisata Gerbang Raung, pemanfaatan QRIS mencatatkan volume transaksi sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi salah satu pilihan transaksi yang dimanfaatkan pengunjung saat berwisata.
“Dengan adanya QRIS BRI, transaksi pengunjung di Wisata Gerbang Raung menjadi lebih mudah dan praktis karena tidak harus selalu menggunakan uang tunai. Bagi kami sebagai pengelola, QRIS juga membantu mempercepat pelayanan transaksi, terutama ketika jumlah pengunjung sedang ramai. Kami berharap layanan dari BRI terus berkembang dan dapat semakin mendukung kemajuan usaha kami,” ujar Siti Maspupah, pemilik Wisata Gerbang Raung, Sabtu (29/8/2026).
Perluas Ekosistem QRIS di Berbagai Sektor
Tercatat, hingga 29 Agustus 2026, BRI BO Genteng tercatat memiliki 3.483 QRIS merchant. Ekosistem tersebut mencakup berbagai jenis usaha, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang terus didorong untuk mengadopsi transaksi digital.
Branch Office Head BRI Genteng Grasiano Pandu Setiawan mengatakan, digitalisasi pembayaran menjadi bagian dari upaya BRI dalam memberikan kemudahan transaksi sekaligus mendukung pelaku usaha mengembangkan layanan kepada konsumennya.
“BRI Genteng terus mendorong perluasan transaksi digital melalui QRIS di berbagai sektor. Wisata Gerbang Raung menjadi salah satu contoh pemanfaatan QRIS di sektor pariwisata, sehingga pengunjung memiliki pilihan transaksi yang semakin mudah dan praktis,” ujar Grasiano.
Menurut Grasiano, perluasan akseptasi QRIS juga memiliki peran penting dalam membangun ekosistem transaksi digital yang semakin inklusif di daerah.
“Hingga 29 Agustus 2026 terdapat 3.483 QRIS merchant di wilayah BRI BO Genteng. Kami berharap ekosistem ini terus berkembang, tidak hanya pada sektor perdagangan dan kuliner, tetapi juga pariwisata serta sektor-sektor produktif lainnya sehingga manfaat digitalisasi dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tambah Grasiano.
BRI Genteng berkomitmen untuk terus memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memberikan edukasi kepada merchant dalam memanfaatkan layanan transaksi BRI.
Melalui kolaborasi dengan berbagai sektor usaha, BRI berharap digitalisasi dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di daerah.[]